Penyebab Mata Merah Dan Terapinya

Penyebab Mata Merah Dan Terapinya

Penyebab Mata Merah Dan Terapinya

Penyebab Mata Merah Dan Terapinya  Kita semua pasti pernah mengalami mata merah, baik itu mempengaruhi satu atau kedua mata. Tahukah Anda bahwa mata merah timbul sebagai akibat dari pembuluh darah yang membengkak atau melebar pada sclera, permukaan luar putih mata. Bagaimana pembuluh darah sklera bisa membengkak?
inilah berbagai penyebab mata merah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Biasanya keluhan mata merah disertai dengan sakit mata, gatal, berair, belekan, mata bengkak atau gangguan visual seperti penglihatan kabur. Dalam kasus lain, mata merah juga dapat menyebabkan iritasi. Keluhan ini bisa berkembang secara perlahan dari waktu ke waktu atau muncul secara tiba-tiba, terutama sebagai akibat dari alergi atau cedera mata. penyebab mata merah Kondisi-kondisi umum yang menyebabkan mata merah antara lain:
Alergi, mata lelah, memakai lensa kontak yang lama atau infeksi mata umum seperti mata merah muda (konjungtivitis). Namun, kemerahan pada mata terkadang merupakan tanda adanya kondisi mata yang lebih serius seperti uveitis atau glaukoma. Jika mata merah tak kunjung mereda atau bahkan memburuk, maka segeralah menghubungi dokter mata untuk diagnosis dan terapi yang tepat. Penyebab Mata Merah Dan Terapinya
16 Penyebab Mata Merah dan terapinya Lebih lengkapnya :
  1. Konjungtivitis Disebut juga “mata merah muda”,
    konjungtivitis adalah salah satu infeksi mata yang paling umum (dan menular), khususnya di kalangan anak-anak sekolah. Di masyarakat kita sering dikenal dengan sebutan sakit mata. Hal ini terjadi ketika konjungtiva – membran tipis transparan yang menutupi sklera dan garis kelopak mata – menjadi terinfeksi. Ketika konjungtiva terinfeksi, maka pembuluh darah di dalamnya menjadi iritasi dan membengkak, memberikan penampakan kemerahan pada bagian putih mata atau menjadi berwarna merah muda. Ada berbagai jenis konjungtivitis, dan tentu saja akan mempengaruhi jenis terapinya, jadi pastikan untuk selalu mengunjungi dokter mata untuk diagnosis yang benar agar terapinya juga tepat. Mata Kering Sindrom mata kering terjadi ketika kelenjar air mata tidak menghasilkan air mata yang cukup untuk melumasi dan menjaga kesehatan mata.
  2. Mata kering kronis dapat menyebabkan permukaan mata menjadi meradang dan teriritasi, membuat mata terlihat merah. Hingga saat ini sindrom mata kering belum dapat disembuhkan, tetapi masih dapat dikelola.Terapi untuk mata kering termasuk tetes mata pelumas “air mata buatan” dan colokan punctal. Mintalah kepada dokter mata untuk memilihkan terapi yang tepat.
  3. Mata Alergi
    Ini merupakan penyebab mata merah yang tergolong sering, mengingat bahwa mata merah adalah salah satu indikator umum dari reaksi alergi. Ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat asing, seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan, debu atau zat kimia tertentu yang ditemukan dalam makeup atau cairan lensa kontak, tubuh yang sensitive terhadap zat tersebut akan melepaskan histamin sebagai bagian dari respon inflamasi yang terjadi untuk “melawan” alergen pelakunya. Akibatnya, histamin dilepaskan, ini adalah zat yang dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah di mata sehingga membuat mata menjadi merah dan berair. Menghindari alergen penyebab adalah hal yang sangat penting, selain menggunakan resep dokter seperti  tetes mata antihistamin yang bisa membantu meredakan gejala-gejala alergi pada mata.
  4. Penggunaan Lensa kontak Salah
    satu penyebab utama dari mata merah adalah memakai lensa kontak yang tidak benar, terutama dalam hal perawatannya sehingga menyebabkan penumpukan zat-zat kotor pada permukaan lensa kontak dan pertumbuhan kuman. Mata merah saat mengenakan lensa kontak bisa menjadi tanda dari infeksi mata serius, seperti keratitis atau infeksi mata akibat jamur . Jika mata Anda menjadi merah saat memakai lensa kontak, maka lepaskanlah dan jangan memakainya, lalu segera dan kunjungi dokter mata Anda. Lensa kontak juga bisa memperburuk sindrom mata kering, karena dapat mengurangi sampainya jumlah oksigen ke kornea dan dapat membatasi aliran produksi air mata normal, terutama jika ukuran lensa kontak tidak pas.
  5. Computer vision syndrome Mata merah, pedih, dan terasa lelah setelah menatap layar komputer terlalu lama bisa jadi merupakan sindrom yang disebut dengan computer vision syndrome. Ini menjadi penyebab mata merah yang sering tak disadari oleh penderitanya. Ada beberapa alasan kenapa gangguan ini bisa terjadi; bahwa mata Anda akan berkedip lebih sedikit jika bekerja di komputer, sehingga permukaan mata menjadi cepat kering. Tips untuk mengurangi masalah ini yaitu mengambil waktu istirahat saat bekerja di depan komputer, memodifikasi tempat kerja dan memakai kacamata yang dirancang khusus untuk melihat layar komputer. Tetes mata pelumas juga akan dapat membantu untuk menjaga mata agar selalu lembab dan sehat sehingga bebas dari mata merah.
  6. Cedera Mata Trauma atau luka pada mata
    termasuk operasi kelopak mata kosmetik, terkena debu, asap, dan sebagainya dapat menghasilkan iritasi, mata merah, kadang-kadang disertai dengan perdarahan subconjunctival. Sebagai respon inflamasi terhadap cedera, pembuluh darah di mata akan melebar untuk memungkinkan lancarnya aliran darah ke situs cedera agar penyembuhan lebih cepat. Tentu sebagai efeknya akan menimbulkan kemerahan pada mata. Cedera mata dapat berkisar dari goresan mata ringan ( lecet kornea ), luka tusukan yang dalam dan luka bakar kimia. Apapun sumbernya, selalu memperlakukan cedera mata sebagai darurat medis dan memeriksakan ke dokter mata segera.
  7. Ulkus Kornea Infeksi pada kornea
    termasuk ulkus kornea, berpotensi mengancam penglihatan dan harus diperlakukan sebagai kondisi darurat. Selain mata merah, gejala ulkus kornea hampir selalu disertai dengan sakit mata, berkurangnya penglihatan dan berair. Ulkus kornea biasanya disebabkan oleh infeksi mata atau trauma pada mata yang tidak diterapi
  8. Okular herpes Disebut juga sebagai herpes mata
    ini adalah infeksi virus yang berulang yang disebabkan oleh virus herpes simplex 1 – virus yang sama yang menyebabkan herpes pada kulit. Ini juga bisa menjadi penyebab mata merah. Tanda dan gejala herpes okular lainnya termasuk mata bengkak, sakit mata, cairan mata yang encer dan berlebihan serta sensitivitas cahaya (gampang silau). Herpes mata dapat menyebabkan jaringan parut kornea jika tidak terapi, dan dalam beberapa kasus mungkin memerlukan transplantasi kornea untuk mengembalikan fungsi penglihatan yang baik.
  9. Uveitis
    Merupakan peradangan lapisan tengah mata ( uvea ), uveitis biasanya ditandai dengan mata merah, sensitivitas cahaya dan gangguan visual seperti floaters dan pandangan kabur. Uveitis memiliki banyak penyebab; yang paling umum adalah infeksi mata, cedera mata atau trauma, atau gangguan autoimun sistemik. Namun dalam banyak kasus, penyebab dari uveitis tidak diketahui. Jika tidak segera diterapi, uveitis dapat mengakibatkan retina terpisah, katarak dan tekanan okular tinggi, yang semuanya dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen.
  10. Glaukoma
    Dalam kebanyakan kasus, glaukoma adalah kejadian bertahap dan tanpa gejala ketika pertama kali berkembang. Tapi tiba-tiba mata mengalami sakit, mata merah cerah disertai dengan lingkaran cahaya di sekitar pandangan, kehilangan penglihatan dan mual bisa juga menyertai, terutama pada glaukoma sudut tertutup akut . Glaukoma akut sudut tertutup adalah kondisi mengancam penglihatan yang tentunya membutuhkan perhatian medis yang mendesak.

You may also like...

%d bloggers like this: